<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:coop="http://www.google.com/coop/namespace"
	>

<channel>
	<title>Asfihani &#187; cerita</title>
	<atom:link href="http://layangan.com/asfik/blog/tag/cerita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://layangan.com/asfik/blog</link>
	<description>Dicatet Ben Ora Lali</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Aug 2010 03:36:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Pak Bastian Tito</title>
		<link>http://layangan.com/asfik/blog/2006/01/09/selamat-jalan-pak-bastian-tito/</link>
		<comments>http://layangan.com/asfik/blog/2006/01/09/selamat-jalan-pak-bastian-tito/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2006 02:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asfihani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Misc]]></category>
		<category><![CDATA[bastian tito]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>
		<category><![CDATA[wiro sableng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://layangan.com/asfik/blog/2006/01/09/selamat-jalan-pak-bastian-tito/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Anda penggemar novel Wiro Sableng pasti Anda ingat istilah-istilah seperti sepenanakan nasi, sepeminuman teh, sepenggalah, dan lain sebagainya. Pasti Anda juga tahu dong siapa pengarangnya. Ya, Pak Bastian Tito adalah pengarang tokoh fiksi yang bergelar Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 tersebut meninggal di awal tahun 2006 ini. Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiuun. Menurut Gatra.com,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Anda penggemar novel <strong>Wiro Sableng</strong> pasti Anda  ingat istilah-istilah seperti <em>sepenanakan nasi, sepeminuman teh, sepenggalah,</em> dan lain sebagainya. Pasti Anda juga tahu dong siapa pengarangnya. Ya, Pak <strong>Bastian Tito </strong> adalah pengarang tokoh fiksi yang bergelar Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 tersebut meninggal di awal tahun 2006 ini. <em>Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiuun</em>.</p>
<p>Menurut <em>Gatra.com</em>, menurut ayah lima anak dan kakek lima cucu kelahiran 23 Agustus 1945 ini, menulis novel Wiro Sableng sejak 1967.  Peraih gelar MBA yang gemar menulis sejak kelas 3 sekolah dasar, dan mulai membukukan karyanya pada 1964 itu, menulis Wiro Sableng berdasarkan rekaan, ditambah bacaan buku sejarah Tanah Jawa. Ia memang suka menulis cerita fiksi bernuansa etnis, termasuk cerita berlatar budaya Minang.</p>
<p><span id="more-21"></span><br />
Saya mulai membaca Wiro Sableng sewaktu  SMP,  dan kalau <em>ndak</em> salah ingat yang pertama yang saya baca berjudul &#8220;Banjir Darah di Tambun Tulang&#8221;, hasil pinjeman dari teman. Karena ketagihan, akhirnya saya menyewa sendiri dari persewaan buku. Selain Wiro Sableng, saya juga membaca novel &#8220;Pendekar Rajawali Sakti&#8221; yang pada bagian tertentu ada gambarnya. Apakah Anda masih ingat?</p>
<p>Enaknya membaca Wiro Sableng karena setiap buku tamat ceritanya, tidak bersambung. Karakter idola saya sebenarnya bukan Wiro Sableng, tapi musuh utamanya. Lho? Iya, Pangeran Matahari tentunya. Menurut pikiran saya waktu itu, karakter tersebut merupakan karakter dengan penampilan yang <em>cool</em>, yaitu dengan baju lengan pendek warna putih bergambar lingkaran dengan tiga garis lurus mengelilingya :-).  Namun, setelah Wiro Sableng masuk ke dunia masa lalu yang disebut <em>Latanahsilam</em> dengan nama karakter semua berawalan &#8220;La&#8221; dan novelnya menjadi bersambung, saya menjadi malas mengikutinya. Oh iya, jurus sakti yang menjadi yang saya suka antara lain <em>membuka jendela memanah rembulan, kunyuk melempar buah</em>, dan lainnya.</p>
<p>Akhirnya, saya ucapakan selamat jalan Pak Bastian&#8230;<br />
<!--adsense#2--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://layangan.com/asfik/blog/2006/01/09/selamat-jalan-pak-bastian-tito/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Misc]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[bastian tito]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[cerita]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[komik]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[silat]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[wiro sableng]]></coop:keyword>
	</item>
	</channel>
</rss>

