<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:coop="http://www.google.com/coop/namespace"
	>

<channel>
	<title>Asfihani &#187; unbound</title>
	<atom:link href="http://layangan.com/asfik/blog/tag/unbound/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://layangan.com/asfik/blog</link>
	<description>Dicatet Ben Ora Lali</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Aug 2010 03:36:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Unbound Sebagai Alternatif BIND atau dnscache</title>
		<link>http://layangan.com/asfik/blog/2009/06/06/unbound-sebagai-alternatif-bind-atau-dnscache/</link>
		<comments>http://layangan.com/asfik/blog/2009/06/06/unbound-sebagai-alternatif-bind-atau-dnscache/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 09:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asfihani</dc:creator>
				<category><![CDATA[ComSci]]></category>
		<category><![CDATA[unbound]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.layangan.com/asfik/blog/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai software alternatif dari sebuah rekursif DNS (a.k.a resolver), performance Unbound memang sangat bagus. Unbound dibuat oleh Wouter Wijngaards dari NLnet Labs yang juga mengeluarkan NSD (digunakan sebagai alternatif BIND di CPanel) untuk server authoritive DNS. Dibandingkan dengan dnscache, Unbound memiliki konfigurasi yang relatif lebih mudah. Sedangkan jika dibandingkan dengan BIND, tentu sudah pada tahu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="floatleft size-full wp-image-396" style="border: 0pt none;" title="unbound-250" src="http://www.layangan.com/asfik/blog/wp-content/uploads/2009/06/unbound-250.png" alt="unbound-250" width="90" height="45" />Sebagai software alternatif dari sebuah rekursif DNS (a.k.a resolver), performance <a href="http://www.unbound.net">Unbound</a> memang sangat bagus. Unbound dibuat oleh<em> </em>Wouter Wijngaards dari <a href="http://www.nlnetlabs.nl/">NLnet Labs</a> yang juga mengeluarkan <a href="http://www.nlnetlabs.nl/projects/nsd/">NSD</a> (digunakan sebagai alternatif BIND di <a href="http://www.cpanel.net">CPanel</a>) untuk server authoritive DNS.</p>
<p>Dibandingkan dengan <a href="http://cr.yp.to/djbdns/dnscache.html">dnscache</a>, Unbound memiliki konfigurasi yang relatif lebih mudah. Sedangkan jika dibandingkan dengan <a href="http://www.isc.org/products/BIND/">BIND</a>, tentu sudah pada tahu dengan cerita securitynya yang sudah melegenda, Unbound relatif lebih aman dan lebih cepat dalam meresponse query.</p>
<p><span id="more-394"></span>Berikut ini hasil benchmark beberapa DNS server yang saya kutip dari <a href="http://www.lissyara.su/?id=1705">sini</a> :</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-398" title="unbound03" src="http://www.layangan.com/asfik/blog/wp-content/uploads/2009/06/unbound03.png" alt="unbound03" width="362" height="218" /></p>
<p>Dari grafik diatas menujukkan performance Unbound untuk menjawab query jauh diatas rata-rata dari server-server yang lain. Bahkan kemampuannya hampir tiga kali lipat dari BIND atau dnscache.  Pengalaman saya selama beberapa hari menggunakannya memang sungguh memuaskan. Dengan menggunakan mesin rakitan (Core 2 Duo) dan memory 4 GB, disini Unbound setiap harinya bisa melayani request sebanyak kira-kira ~400 request/min.</p>
<p>Dengan menggunakan tool <code>unbound-control</code> kita bisa memperoleh statistik total query, query miss (tidak ada dalam cache) maupun query hit (terdapat dalam cache). Dalam satu minggu dari 1,5 juta total request, jumlah query yang hits bisa mencapai 67,5 % atau sekitar 1,1 juta request. Perbandingan antara query miss dan query hits selama seminggu selengkapnya menggunakan Unbound sebagaimana grafik dibawah ini :</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-392" title="unbound01" src="http://www.layangan.com/asfik/blog/wp-content/uploads/2009/06/unbound01.png" alt="unbound01" width="353" height="219" /></p>
<p>Penggunaan memory di Unbound juga relatif lebih konservatif. Selama satu minggu Unbound, tidak lebih menggunakan memory dari ~512MB, tentunya hal ini akan bertambah seiring meningkatnya jumlah record yang di hold di memory.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-393" title="unbound02" src="http://www.layangan.com/asfik/blog/wp-content/uploads/2009/06/unbound02.png" alt="unbound02" width="337" height="206" /></p>
<p>Sebagai catatan akhir, cache di Unbound juga bisa di dump ke teks biasa, dan dengan menggunakan <code>unbound-control</code> kita bisa mengubah record-record yang ada.</p>
<p>Selamat mencoba</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://layangan.com/asfik/blog/2009/06/06/unbound-sebagai-alternatif-bind-atau-dnscache/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[ComSci]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[unbound]]></coop:keyword>
	</item>
	</channel>
</rss>

