Bingung dengan Postfix

postfixApakah Anda tertarik dengan MTA Postfix namun masih bingung cara mengkonfigurasinya atau menggunakannya? Atau Anda sudah tidak tidur tiga hari tiga malam membaca dokumentasi tapi masih belum mudeng juga? Jangan khawatir, Anda tidak sendirian. Saya dulu juga mengalami hal tersebut.

Mudah-mudahan tulisan yang singkat ini bisa membantu menentukan kira-kira fungsi Postfix seperti yang bagaimanakah yang Anda inginkan.

Tidak dipungkiri parameter di Postfix yang jumlahnya bisa mencapai 400-an mungkin malah membuat Anda bingung. Namum sebenarnya tidak semua parameter tersebut harus diubah nilainya. Hanya beberapa parameter saja sesuai fungsi yang dibutuhkan dari sebuah MTA. Bahkan Wietse Venema, mengklaim Postfix bisa berjalan tanpa campur tangan dari Administrator (dengan sarat FQDNnya harus diset dengan benar). Menarik bukan?. Saat ini beberapa distribusi Linux besar seperti Fedora dan SuSE sudah memaketkan Postfix sebagai MTAnya. Jadi Anda tidak repot-repot menginstallnya secara manual dari source tarball.

Kalau boleh saya kategorikan secara sederhana, Postfix bisa digunakan dalam beberapa fungsi yang berbeda diantaranya yaitu:

Postfix sebagai SMTP

Dalam hal ini Postfix hanya diharapkan agar meneruskan email dari suatu network ke tujuan atau domain yang lain. Biasanya skema satu arah seperti ini digunakan dalam lingkungan yang hanya memerlukan sebuah SMTP server dalam network lokal mereka. Tidak ada email yang akan disimpan oleh Postfix dalam skema ini, semuanya akan diteruskan ke domain alamat penerima (remote MTA) ataupun diteruskan ke SMTP server yang lain (misalnya SMTP ISP).

Kalau digambarkan alirannya kira-kira seperti ini:

MUA ——> Postfix (SMTP only) ——–> MTA tujuan/ SMTP lain (ISP)

Untuk mengkonfigurasi Postfix agar memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan skema ini tidak terlalu sulit. Yang perlu diperhatikan adalah, Anda harus mengetahui daftar IP yang diperbolehkan untuk menggunakan Postfix sebagai relay. Jika Anda menginginkan Postfix meneruskan emailnya ke SMTP yang lain, misalnya ISP Anda, maka Anda juga memerlukan alamat SMTP server ISP yang akan Anda gunakan.

Misalkan network ditempat Anda adalah 192.168.0.0/255.255.255.0, domainname: palestine.net, dan hostname: jericho.palestine.net maka parameter yang perlu Anda ubah pada file /etc/postfix/main.cf adalah :

myhostname = jericho.palestine.net
mydomain = palestine.net
mynetworks = 127.0.0.0/8 192.168.0.0/24

Jika Anda menggunakan smarthost untuk merelay email dari Postfix Anda, instead of diteruskan langsung ke remote MTA, maka tambahkan juga parameter berikut ini:

relayhost = smtp.isp.net

Atau jika SMTP relay tidak mempunyai hostname dan hanya berupa IP address saja, tanda [ ] mencegah Postfix untuk tidak melookup IP tersebut :

relayhost = [123.123.123.123]

Catatan: Pada package Postfix yang disertakan oleh beberapa distro Linux (misalnya SuSE dan Fedora) parameter inet_interfaces hanya mengijinkan transaksi dari localhost saja. Agar seluruh client di network Anda bisa menggunakan Postfix sebagai smtp, silakan diubah menjadi

inet_interfaces = all

Jika pertama kali menggunakan Postfix, periksalah pada file aliases yang didefisikan pada paramater alias_maps dan pastikan bahwa account root diteruskan ke alamat yang benar, misalnya adalah:

root:   [email protected]

Kemudian buatlah database alias tersebut terlebih dahulu dengan perintah :

[email protected]:~> newaliases

Anda bisa memulai menjalankan Postfix seperti biasa dengan perintah :

[email protected]:~> postfix start

Jika tidak ada complain di console atau file syslog(-ng) (lihat pada file syslog-ng.conf untuk destination mailwarn, mailerr, dan mailinfo jika Anda menggunakan syslog-ng atau file syslog.conf untuk event mail.* jika menggunakan syslog biasa) maka Anda bisa mencoba telnet ke port 25 dan melihat greeting banner yang bersahabat dari Postfix.

Contoh dari file /var/log/mail.info di SuSE sesaat setelah Postfix dijalankan:

Dec 14 17:08:30 jericho postfix/postfix-script: starting the Postfix mail system
Dec 14 17:08:30 jericho postfix/master[7153]: daemon started -- version 2.2.1, configuration
/etc/postfix

Test telnet ke port 25 dan mencoba untuk mengirim email. Kemudian Anda bisa melihat transaksi di file log, dan jika sukses, Anda bisa mencoba untuk mengirim email dari client network Anda dengan MUA favorit Anda.

Selamat Mencoba dan Semoga Berhasil. (Bersambung ke posting yang lain).

7 Replies

  • boozzzzzz….meski saya postfix not active tapi saya selalu mengikuti petunjuk2 anda…thxxx yooooo..berkat postfix saya bisa memantau semua server database yang tersebar di company…thx a lot petunjuknya…btw…boleh khan saya tambahkan blog bozz di my blog ???? pasti dah boleh..hehehehehe

  • mas, minta tolong donk bantu aq, lg ada masalah tentang postfix. aq sudah coba kirim email pake postfix.hasilnya seperti ini :
    # mail -v [email protected]
    Subject: test
    .
    EOT
    Null message body; hope that’s ok
    [email protected]… Connecting to [127.0.0.1] via relay…
    220 oracle.mail.com ESMTP Postfix
    >>> EHLO oracle.mail.com
    250-oracle.mail.com
    250-PIPELINING
    250-SIZE 10240000
    250-VRFY
    250-ETRN
    250-ENHANCEDSTATUSCODES
    250-8BITMIME
    250 DSN
    >>> MAIL From: SIZE=39
    250 2.1.0 Ok
    >>> RCPT To:
    >>> DATA
    550 5.1.1 : Recipient address rejected: User unknown in local recipient table
    554 5.5.1 Error: no valid recipients
    >>> RSET
    250 2.0.0 Ok
    >>> RSET
    250 2.0.0 Ok
    root… Using cached ESMTP connection to [127.0.0.1] via relay…
    >>> MAIL From: SIZE=1063
    250 2.1.0 Ok
    >>> RCPT To:
    >>> DATA
    250 2.1.5 Ok
    354 End data with .
    >>> .
    250 2.0.0 Ok: queued as 469FF14249
    root… Sent (Ok: queued as 469FF14249)
    Closing connection to [127.0.0.1]
    >>> QUIT

    kira-kira bener ga mas klo hasilnya seperti itu??btw saya pake openBSD OS 3.9.tolong pencerahannya.thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *